Rabu, 03 Juli 2019

Aklamasi, Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat

JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat sukses mendapatkan ketua barunya untuk periode 2019-2023 melalui tahapan terpilih secara aklamasi. Marciano Norman yang merupakan calon tunggal pada proses pemilihan yang berlangsung di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/7/2019), setelah calon lain dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi. 

Mudai Madang tidak lolos berdasarkan hasil verifikasi tim penjaringan dan penyaringan dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas). Proses penetapan Marciano sebagai ketua umum KONI dilakukan saat Muddai melakukan aksi walk out. 

Selasa, 02 Juli 2019

"Wartawan Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah Belah"

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan wartawan harus ikut andil dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta kondusifitas bangsa. Sebagai jurnalis yang berpihak kepada kepentingan publik, wartawan juga harus mampu mencerdaskan masyarakat melalui berita informasi yang disajikan.

"Jangan hanya terjebak adigium bahwa bad news is good news, sehingga lebih sering mementingkan bombastis ketimbang nilai sebuah berita. Apalagi sampai menyebarkan berita bohong atau hoax. Wartawan harus menjadi pemersatu, bukan pemecah belah," ujar Bamsoet saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya) periode 2019-2024, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (02/07/2019).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono dan Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari.

Senin, 01 Juli 2019

Go International, Tim SAR FH Unair Siapkan Dokumen untuk Akreditasi FIBAA Jerman

Tim Kerja SAR FH Unair melakukan rapat dan diskusi selama tiga hari untuk mempersiapkan dokumen syarat pengajuan akreditasi pendidikan tinggi tingkat internasional dari FIBAA. Rapat dilaksanakan di hotel Surya, Tretes, Pasuruan, Jumat-Minggu (28-30 Juni/ 2019).



SURABAYA-– Setelah rapat dan diskusi selama tiga hari, tim kerja Fakultas Hukum (FH) Unair merampungkan lima dokumen self-assesment report (SAR) sebagai syarat untuk mengajukan akreditasi kepada lembaga akreditasi pendidikan internasional FIBAA (The Foundation for Business Administration Accreditation) yang berpusat di Jerman.

“Secara umum sudah selesai, tinggal kami sinkronkan dengan pihak universitas saja. Jika lima dokumen ini selesai, segera kami kirim ke FIBAA. Selanjutnya tim dari FIBAA akan melakukan akreditasi langsung ke Unair,” kata Taufik Rachman, SH, LLM, Ph.D sebagai koodinator tim FIBAA FH Unair, Senin (1/7).

Taufik bersama sekitar 15 dosen FH Unair secara marathon selama tiga hari mengerjakan dokumen tersebut di Hotel Surya, Tretes, Pandaan, Pasuruan. “Fakultas hukum adalah yang pertama direncanakan untuk melakukan akreditasi ini, kemudian ada dua lagi yang juga ingin bergabung yaitu fakultas linguistik dan psikologi. Tim ini bertugas untuk mendukung fakultas hukum untuk go international,” kata Taufik yang meraih gelar LLM dan Ph.D dari Australia itu memberi penjelasan di hotel Surya, Tretes.


Tim Kerja SAR FH Unair melakukan rapat tiga hari hotel Tretes, Pandaan, Pasuruan, mengejakan dokumen self-assesment pengajuan akreditasi internasional ke FIBAA.

Tim ini juga bertujuan untuk mendukung capaian universitas, dimana tiap-tiap fakultas di lingkungan Unair wajib mempunyai akreditas internasional, “Meskipun kita sudah punya. Untuk akreditasi BAN-PT (Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi) kami di FH Unair selalu mendapat nilai A. Tidak pernah mendapat nilai di bawah A,” kata Taufik.

Bukan hanya itu, FH Unair sebelumnya juga pernah diakreditasi oleh AUN (ASEAN University Network) adalah asosiasi universitas Asia. Didirikan pada November 1995 oleh negara-negara anggota ASEAN termasuk 13 universitas.

“AUN ini tataran regional. Kemudian universias menginginkan lebih jauh lagi, karena sudah berhasil mencapai sertipikasi regional, maka diharapkan jangkauan lebih luas. Bukan hanya sertipikasi, sekarang minta akreditasi,’ tuturnya.

Oleh karenanya, tim ini menyiapkan dokumen self assesment report (SAR), “Assesment report itu bagaimana kita dinilai secara objektif terkait dengan struktur organisasi, apakah sudah sesuai dengan stadar internasional?

Kemudian juga dinilai sisi penerimaan mahasiswanya, kurikulum, fasiltas dan proses pengajaran serta quality assurance. Apakah semua ini sudah sesuai dengan standar internasional. Lima dokumen ini dimasukkan dalam SAR-FIBAA, beserta penjelasan-penjelasannya” tambahnya.

Taufik Rachman, SH, LLM, Ph.D Koordinator Tim SAR FH Unair 


Setelah selesai dan dokumen itu dikirim, maka memasuki tahapan visitasi, “Dimana ada lima tim ahli dari FIBAA yang akan melakukan visit ke Unair melakukan penilaian. Tugasnya untuk mencocokkan antara isi dokumen itu dengan fakta di fakultas dan universitas,” kata dia.

“Direncanakan antara tanggal 16-30 September. Benar tidak antara dokumen administrasi yang dikirim dengan yang ada di fakultas maupun universitas,” kata Taufik menjelaskan. Selain itu disiapkan pula dokumen pendukung sebanyak 20 macam, mulai dari buku pedomonan, kurikulum vitae semua dosen.

“Proses persiapan ini memakan waktu sekitar enam bulan. Dokumen itu ada, tetapi butuh waktu untuk mengumpulkan. Kami sudah siap, rencana awal bulan Mei. Tetapi karena ada rencana pengajuan bersama fakultas lain, yaitu linguistik dan psikologi, maka menjadi molor,” tambah Taufik.


Dilihat dari persiapannya, apakah FH bakal lolos dari akreditasi ini? “Dari sisi kesiapan dan kondisi eksisting di FH Unair paling siap. Inshaa Allah optimistis kita bisa mencapai itu,” kata dia optimisitis.



(Duduk Kiri ke Kanan) Taufik Rachman Koordinator Tim Kerja SAR, Nurul Barizah, SH, LLM, Ph.D Dekan Fakultas Hukum, Dr. Eni Narwati SH, MH Pudek I, dan  Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum bersama tim kerja SAR FH Unair.

Apa bentuk akreditasi itu? “Jawabannya ada tiga, pertama ada kemungkinan middle requirement atau sesuai dengan standar yang sudah ditentukan FIBAA. Kedua, ini paling bagus exit requirement. Yang ketiga, ini kami tidak layak untuk diakreditasi,” kata dia menjelaskan.


Taufik yakin bahwa FH bakal lolos minimal bakal penilaian middle requirement (sesuai dengan persyaratan), “Kalau memang mau diteliti lebih dalam, maka yang memang tidak bisa dubah itu adalah jumlah mahasiswa internasional (mahasiswa luar negeri) yang berkuliah di FH Unair. Dari sisi kurukulum, fasilitas dan pengajaran semua sudah OK. Untuk program S2 dan S3 sudah ada, tetapi justru yang diperlukan adalah mahasiswa luar negeri yang berkuliah S1 di FH,” tegasnya.

Oleh karenanya, Taufik menambahkan bahwa dengan adanya akeditasi dari FIBAA ini, maka diharapkan akan semakin menarik minal mahasiswa luar negeri masuk dan berkuliah di FH Unair. (ps)



Selasa, 04 Juni 2019

KPCDI Desak Dinkes Tegur Rumah Sakit yang Liburkan Pasien Cuci Darah selama Lebaran

KETUA Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Samosir mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes), BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) untuk melakukan pemantauan penyelenggara hemodialisa (cuci darah) selama Hari Raya Lebaran.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa rumah sakit dan klinik penyelenggara hemodialisa dengan program JKN-KIS meliburkan operasional pelayanan cuci darah. Artinya pasien dalam minggu ini hanya mendapat sekali terapi cuci darah. Bahkan ada yang sampai 5-6 hari baru dijadwalkan cuci darahnya,” ungkapnya.

Menurut Tony Samosir kebijakan unit hemodialisa seperti ini sangat merugikan pasien. “Jika terlambat cuci darah, bukan hanya kualitas menurun tetapi ini membahayakan keselamatan pasien,” ujarnya.

Hikmah Idul Fitri : Rajut Persatuan dan Wujudkan Harmoni

KETUA DPR Bambang Soesatyo mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat menghayati hikmah Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, dan menjadikannya sebagai momentum merajut dan memperkokoh persatuan demi terwujudnya harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sebagai puncak dari sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa Ramadan, hikmah Idul Fitri menjadi landasan yang sangat kuat untuk mewujudkan semua niat baik. Dorongan dan semangat pengendalian diri selama ibadah puasa Ramadan adalah upaya bersama untuk kembali ke fitrah. 

Upaya itu akan menjadi nyata jika ada kemauan bersama untuk menyudahi amarah, mengakhiri kebencian dan membangun kesadaran bersama akan hakikat dan pentingnya merajut persatuan dan kesatuan demi terwujudnya harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Kamis, 30 Mei 2019

Kerusuhan 22 Mei, IPW : Usut Para Penyandang Dananya


SIARAN PERS IPW :  Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch

Polri harus segera memeriksa pengusaha yang juga tokoh partai keagamaan, HM, yang diduga menjadi salah satu penyandang dana kerusuhan 22 Mei di Jakarta. Dari informasi yang diperoleh Ind Police Watch (IPW), sedikitnya ada tiga orang yang diduga menjadi penyandang dana kerusuhan 22 Mei. 

Dari ketiga orang ini, polisi sepertinya sudah mendapatkan dua alat bukti tentang keterlibatan pengusaha dan tokoh partai HM. Untuk itu, Polri perlu bekerja cepat memeriksa HM agar para penyandang dana lainnya dalam kerusuhan 22 Mei bisa terungkap terang benderang dan segera diamankan. 

Senin, 27 Mei 2019

Ketua DPR Minta Pengusaha Bayar THR sesuai Ketentuan


JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan kepada para pengusaha agar tidak telat membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya. Sebagaimana ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan, THR wajib diterima oleh para pekerja H-7 sebelum Idul Fitri.

"THR merupakan hak bagi para pekerja dan kewajiban bagi para pengusaha. Jika THR dibayar sebelum H-7, para pekerja pasti akan senang sekali. Pada akhirnya, pengusaha juga yang diuntungkan karena para pekerja bisa termotivasi dalam bekerja dan meningkatkan produktifitas mereka," ujar Bamsoet saat menghadiri buka puasa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Minggu (26/05/2019).

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya