Sabtu, 26 Oktober 2019

Suyoso Nantra : Kabinet Indonesia Maju Harus Bekerja Serius, Perekonomian Harus Kuat

Pengamat sosial politik tanah air, Suyoso Nantra
BALIKPAPAN, KABARINDONESIA.CO.ID-Lengkap sudah tersusun kabinet Indonesia Maju, kepemimpinan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Termasuk 12 wakil menteri (wamen) yang sudah dilantik, untuk mendampingi para menteri di pos-pos kementerian yang dinggap perlu adanya Wamen.  Tak disangkal, komposisi kabinet Indonesia Maju, cukup gemuk, hal itu mengakomodir kepentingan partai politik, termasuk elemen pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hal ini mendapat sorotan dari berbagai pengamat di tanah air, salah satunya pengamat sosial politik Suyoso Nantra SSos MM. Menurut Suyoso Nantra, adalah hak prerogatif presiden dalam menentukan susunan para pembantunya di kementerian atau lembaga-lembaga setingkat lainnya. Namun lebih ditekankan, bagaimana dengan kerja kabinet Indonesia Maju nantinya? Apakah efekfif? Dan yang terpenting, menurut Suyoso Nantra, apakah bisa menjawab tantangan zaman sekarang, dan mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa yang terjadi, menjadikan rakyat lebih sejahtera dan makmur. 


Senin, 21 Oktober 2019

Sutoyo Mantan Wartawan Peroleh Penghargaan sebagai Pioner Pendidikan Kriya

Sutoyo (paling kiri) bersama para tokoh lainnya memperoleh tanda penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara pembukaan pameran perhiasan internasional di Shangri-La, Surabaya.



SURABAYA— Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan tanda penghargaan kepada mantan wartawan Suara Indonesia, Sutoyo Bsc, sebagai Pioner Pendidikan Kriya Perhiasan. Penyerahan dilaksanakan pada acara pembukaan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) ke-24, 17-20 Oktober 2019.

Dua hari menjelang acara itu, telepon selulernya berdering: “Pak mohon diisi formulir yang saya kirim, terus dokumen yang disebutkan serta surat-surat lainnya,” kata petugas dari Dinas Perindustrian Jawa Timur yang menghubungi dirinya.

Minggu, 20 Oktober 2019

Jokowi – Ma'ruf Mengayomi Seluruh Rakyat


KETUA MPR Bambang Soesatyo mengajak semua elemen masyarakat untuk mensyukuri rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini Bangsa Indonesia boleh mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Presiden RI serta Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024.

Dengan pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI hari ini oleh MPR RI, sosok Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin legitimate memimpin bangsa dan negara untuk periode lima tahun ke depan. Melekat pada kedua pemimpin adalah hak dan kewajiban melaksanakan UUD 1945, termasuk hak prerogatif membentuk formasi kabinet.

Peristiwa bersejarah hari ini menandai langkah maju Indonesia mengejawantahkan demokrasi Pancasila, sekaligus sebagai kekuatan untuk terus menapaki modernisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberlanjutan kepemimpinan Presiden Joko Widodo dari hasil pemilihan Presiden yang demokratis patut dipahami sebagai kehendak rakyat Indonesia agar Demokrasi Pancasila terus ditumbuhkembangkan.

Jumat, 18 Oktober 2019

Beda Kapabelitas Komunikasi Politik Jokowi dengan Para Menterinya



Pelaksanaan Focus Group Discussion di Program Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, mengambil tema: Kinerja dan Komunikasi Politik Kabinet 2014-2019 dan Harapan Masa Depan Kabinet Kerja II 


JAKARTA-- Selama periode pemerintahan  2014-2019,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap masyarakat  memiliki kemampuan sebagai komunikator yang baik, namun sayangnya kemampuan ini tidak dimiliki sebagian besar para menterinya.

“Sebagai presiden yang memiliki tingkat popularitas yang tinggi,  Jokowi juga dinilai bisa berpikir out of the box.  Namun apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tidak sepenuhnya diikuti oleh para menteri atau anggota kabinet lainnya,” kata Ketua Program Studi  Doktor Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Dr.Pinckey Triputra dalam pemaparan hasil analisis riset komunikasi di Jakarta, Jumat (18/10).

Kegiatan untuk terus bisa berhubungan dengan rakyatnya sering dilakukan oleh Jokowi dengan menggunakan media sosial sehingga kemampuan ini makin mendorong popularitas Jokowi, kata Pinckey Triputra.

Kesimpulan ini merupakan hasil analisis dari  diskusi dengan para unsur masyarakat melalui acara Focus Group Discussions (FGD) yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta yang bekerjasama dengan komunitas peneliti yang tergabung dalam asosiasi Conquire pada 28 September 2019 bertempat di Kampus Sekolah Pasacasarjana Universitas Sahid, Jakarta.

FGD ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif terhadap beberapa kelompok spesifik yang  mewakili masyarakat di Jakarta. Tema yang diangkat adalah mengenai Kinerja dan Komunikasi Politik Kabinet 2014-2019 dan Harapan Masa Depan Kabinet Kerja II yang disusun oleh presiden yang baru terpilih pada pemilu 2019.

Sebanyak  14 narasumber dalam FGD ini diminta untuk memberikan pendapat dan harapan secara evaluatif terhadap kondisi komunikasi politik saat Kabinet Kerja Pertama ini, pendapat mengenai tokoh-tokoh politik saat ini, pandangan terkait kebijakan yang diambil berbagai kementerian, dan saran-saran untuk perbaikan kinerja kabinet kerja masa depan.

Tujuan dari FGD ini adalah untuk mendapatkan apa yang dinginkan masyarakat dari berbagai kementerian serta ekspektasi secara umum terhadap kabinet pemerintahan untuk periode kepemimpinan presiden 2019-2024.

Salah satu hasil temuan, yakni Jokowi dianggap mampu menciptakan suasana yang mendorong ke arah dialog yang lebih terbuka dan Presiden Jokowi dinilai mempunyai kompetensi komunikasi dalam menyajikan pesan yang jelas, dan atraktif. Di samping itu, Presiden Jokowi juga mampu untuk mengakomodasi kepentingan masyrakat, khususnya masyarakat diperbatasan dengan membuka  akses komunikasi yang setara.


Peserta FGD setuju mengatakan bahwa bahwa banyak menteri yang tidak kredibel di bidang komunikasi politiknya. Tidak memiliki strategi  manajemen dalam krisis komunikasi. Tidak memiliki kecepatan dalam memberikan respon jika terjadi krisis komunikasi  seperti hoax, fake news dan sebagainya. 

 “Perbedaan ini menyebabkan Jokowi dinilai baik dalam berkomunikasi sedangkan para menterinya dinilai buruk. Dengan adanya perbedaan komunikasi politiknya, maka pemerintah Jokowi sering dinilai tidak memihak kepada rakyat,” kata Pinckey Triputra.

Berbeda dengan pendahulunya, Jokowi memasuki bursa Pemilu saat mengalami kelimpahan persepsi yang positif yang antara lain ditunjukkan dengan besarnya dukungan dalam perolehan berbagai jajak pendapat. Nyaris semuanya diperoleh berkat citra Jokowi sebagai sosok yang dinilai berjiwa kerakyatan, mandiri, santun, moderat dan punya social quotient tinggi dalam menghadapi persoalan. Lebih penting lagi, Jokowi ditampilkan dalam citra tokoh perubahan.

Menguatnya citra Jokowi pada saat itu tentunya disebabkan oleh karena kepiawaian Jokowi dalam memanfaatkan media. Kepandaian Jokowi dalam memanfaatkan media ini terlihat dari  pendapat atau persepsi kinerja kabinet lalu atau pendapat atau persepasi umum atau terhadap berbagai kebijakan kementerian yang menonjol secara positif dan negatif kabinet yang lalu (2014-2019) serta komunikasi Politik yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Kabinetnya.

Terdapat temuan yang menarik dalam FGD ini.  Secara Umum,  Presiden Jokowi dinilai oleh para nara sumber, memiliki kemampuan/ kematangan personal yang baik dalam mengatasi tekanan politik dan sosial.  Jokowi juga dinilai mampu membuat perubahan di berbagai bidang antara lain pembangunan di daerah dan infrastruktur. Nara sumber juga berpendapat bahwa Presiden Jokowi  mampu meningkatkan kesadaran kebangsaan dengan selalu mengedepankan kebhinekaan dalam segala hal.

Narasumber dalam FGD ini juga menilai bahwa media, oleh karena memiliki kedekatan dengan Jokowi menjadi tidak berpihak kepada rakyat. Media sering dilihat sebagai institusi yang hanya mendahulukan kepentingan kelompok tertentu.  Akibatnya, dengan kecenderungan media yang kurang berpihak kepada masyarakat, maka publik atau khalayak kurang mendapat informasi yang konprehensif mengenai kebijakan pemerintah.
Para narasumber dalam FGD Universitas Sahid Jakarta membe-
rikan pendapat dan pandangan-pandangan.


Ketika para narasumber ditanyakan “apa harapan untuk pemerintah yang akan datang ?” maka kebanyakan dari mereka setuju bahwa, menteri dalam kabinet yang mendatang   harus mampu memiliki kredibilitas, kompetensi dalam komunikasi politik dan sosialnya yang baik, dan juga harus memiliki kemampuan untuk merancang pesan yang sangat menarik/atraktif dan juga jelas.

Dalam sektor ekonomi, Presiden Jokowi juga dipersepsikan mampu untuk menumbuhkan kepercayaan kepada investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia, dan kepercayaan investor. Namun demikian terdapat beberapa masalah sosial, lingkungan hidup, masalah korupsi, di mana mekanisme penyampaian aspirasi rakyat yang  belum selesai sampai akhir periode kabinet Kerja I.

          Nara sumber yang dijadikan peserta FGD berjumlah 14 orang terdiri dari mereka yang berasal dari berbagai latar belakang antara lain kelompok pemuda, perempuan, akademisi, budayawan, politisi, profesional dan media.(*)


Selasa, 24 September 2019

Kementan Lepas Ekspor Daging Ayam Ke Timor Leste

SURABAYA, KABARINDONESIA.CO.ID-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya meningkatkan ekspor untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahterakan peternak. Kali ini, Kementan kembali melepas ekspor perdana daging ayam dari PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group) yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (23/9/2019).

Kamis, 12 September 2019

Wafatnya Presiden RI ke-3 : DPR RI Berkabung


KETUA DPR RI Bambang Soesatyo dan segenap keluarga besar DPR RI berkabung atas wafatnya BJ Habibie, Presiden ketiga RI. Sebagai negarawan besar, sumbangsih BJ Habibie kepada bangsa dan negara akan selalu dalam kenangan segenap warga bangsa. Cintanya kepada Tanah Air Indonesia akan menjadi contoh bagi generasi penerus.

"Saya dan segenap keluarga besar DPR RI sangat berduka atas wafatnya Bapak BJ Habibie. Terlalu banyak kenangan indah yang telah beliau torehkan dalam sejarah modernisasi Indonesia. Pemikiran serta karyanya monumental dan membanggakan warga bangsa. Citra pribadinya mengharumkan Indonesia di panggung internasional. Kami akan selalu bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah mengaruniai seorang saudara, guru dan sahabat bernama BJ Habibie. Selamat jalan Pak Habibie tercinta, beristirahatlah dalam damai," kata Ketua DPR.

Minggu, 01 September 2019

Pengelolaan Sampah Tanpa Biaya di Banyuwangi


Kerja Sama Madusindo - LAI - Kelurahan Kepatihan 
Kerja sama pengelolaan sampah Madudsindo-LAI di Kelurahan Kepatihan-Banyuwangi
BANYUWANGI, KABARJATIM.CO.ID-Komunitas MaDuSindo (Masyarakat Peduli Sampah Indonesia) yang dibentuk oleh Lamseng Saragih, pegiat dan pemerhati lingkungan, penggagas GeMa DarPila'S MdDS (Gerakan Masyarakat Sadar Pilah Sampah Mulai dari Dapur Sendiri) bekerja dengan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) DPC Banyuwangi dan Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, menjalin kerja sama dalam penanggulangan masalah sampah. 
"Kita prihatin dengan permasalahan sampah yang tengah dialami oleh Pemkab Banyuwangi. Dan kerja sama ini adalah wujud kepedulian kami, LAI dan kami awali di Kelurahan Kepatihan ini," demikian keterangan Hakim Said kepada awak media. 

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya