Kamis, 12 September 2019

Wafatnya Presiden RI ke-3 : DPR RI Berkabung


KETUA DPR RI Bambang Soesatyo dan segenap keluarga besar DPR RI berkabung atas wafatnya BJ Habibie, Presiden ketiga RI. Sebagai negarawan besar, sumbangsih BJ Habibie kepada bangsa dan negara akan selalu dalam kenangan segenap warga bangsa. Cintanya kepada Tanah Air Indonesia akan menjadi contoh bagi generasi penerus.

"Saya dan segenap keluarga besar DPR RI sangat berduka atas wafatnya Bapak BJ Habibie. Terlalu banyak kenangan indah yang telah beliau torehkan dalam sejarah modernisasi Indonesia. Pemikiran serta karyanya monumental dan membanggakan warga bangsa. Citra pribadinya mengharumkan Indonesia di panggung internasional. Kami akan selalu bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah mengaruniai seorang saudara, guru dan sahabat bernama BJ Habibie. Selamat jalan Pak Habibie tercinta, beristirahatlah dalam damai," kata Ketua DPR.

Minggu, 01 September 2019

Pengelolaan Sampah Tanpa Biaya di Banyuwangi


Kerja Sama Madusindo - LAI - Kelurahan Kepatihan 
Kerja sama pengelolaan sampah Madudsindo-LAI di Kelurahan Kepatihan-Banyuwangi
BANYUWANGI, KABARJATIM.CO.ID-Komunitas MaDuSindo (Masyarakat Peduli Sampah Indonesia) yang dibentuk oleh Lamseng Saragih, pegiat dan pemerhati lingkungan, penggagas GeMa DarPila'S MdDS (Gerakan Masyarakat Sadar Pilah Sampah Mulai dari Dapur Sendiri) bekerja dengan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) DPC Banyuwangi dan Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, menjalin kerja sama dalam penanggulangan masalah sampah. 
"Kita prihatin dengan permasalahan sampah yang tengah dialami oleh Pemkab Banyuwangi. Dan kerja sama ini adalah wujud kepedulian kami, LAI dan kami awali di Kelurahan Kepatihan ini," demikian keterangan Hakim Said kepada awak media. 

Minggu, 18 Agustus 2019

Lamseng Saragih Siap Atasi Masalah Sampah di Banyuwangi

Lamseng Saragih : GeMa DarPila'S MdDS solusi Permasalahan Sampah Banyuwangi 

Lamseng turun langsung mengajak warga memilih sampah sejak dari dapur (ist/kj)
BANYUWANGI, KABARJATIM.CO.ID-Terbukti sukses di Desa Jelun, Drh Lamseng Saragih menawarkan konsep GeMa DarPila'S MdDS (Gerakan Masyarakat Sadar Pilah Sampah Mulai dari Dapur Sendiri) kepada Pemkab Banyuwangi, yang tengah menghadapi masalah dalam pengelolaan sampah. 

"Asal Pemkab Banyuwangi memberi kesempatan, saya siap membantu. Tidak perlu dibayar, he..he..he," demikian kata Lamseng.  

Lamseng  menceritakan kisahnya ketika mengurusi sampah di Kecamatan Licin. "Saat itu saya menjabat sebagai Kasi PMD (Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Diberi kesempatan oleh pimpinan, Camat Licin, waktu itu dijabat oleh Taufiqur Rohman MSi, untuk menanggulangi permasalahan sampah di Kecamatan Licin, melalui Program GELIBASAH (Gerakan Licin Bebas Sampah)," kata dia. 

Selasa, 13 Agustus 2019

Mengenang 102 Tahun Letkol Dr Soebandi: Sang Dokter Gerilyawan



Mendiang Letkol. dr Soebandi, Jabatan Terakhir Residen Militer Besuki dan dokter pada Brigade Dhamarwulan

Pengantar
LETKOL dr. RM. Soebandi adalah dokter militer kelahiran Klakah, Lumajang pada 17 Agustus 1917 itu begitu melekat dengan masyarakat Jember. Ia gugur dalam sebuah pertempuran dengan tentara Belanda di sebuah desa di tepi hutan. Ada kisah penuh heroik sebelum peluru menembus tubuhnya. Sebagai bentuk penghargaan diabadikanlah namanya menjadi nama rumah sakit daerah¸ institusi sekolah kesehatan bahkan sampai nama jalan. Dalam mengenang 70 gugurnya dokter pejuang tersebut kisah hidupnya yang tidak banyak diketahui orang tersebut dituangkan dalam biografi berjudul : Letkol dr. RM. Soebandi : Jejak Kepahlawanan Dokter Pejuangyang ditulis oleh Gandhi Wasono M. dan Priyo Suwarno.

Langit Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember, pada Selasa 8 Februari 1949 dini hari itu terlihat cerah. Udara sejuk dan sesekali berhembus angin tipis, membuat warga desa yang berada di tepi hutan dan perkebunan kopi makin terlelap dalam buaian mimpi.
Di tengah remang sepi, yang terdengar hanyalah suara mengerik belalang gegirik dari sela-sela rerimbunan pohon bambu. Dan sesekali terdengar kepak sayap burung hantu beterbangan.
Nyaris seluruh warga desa yang berjarak sekitar 20 km dari jantung kota Jember terlelap, termasuk Arsiman dan keluarganya setelah letih seharian menjadi buruh kasar di tegalan. Biasanya, usai salat Isya Arsiman masih bercengkerama dengan anak menantunya, namun malam itu kantuk datang lebih cepat. Tubuh mereka ingin segera direbahkan.
            Namun, keheningan dini hari itu mendadak pecah.  Sekitar pukul 03.00, terdengar derap langkah sepatu lars dari kaki banyak orang. Semula terdengar sayup-sayup, tetapi  makin lama makin keras menyeruak ke dalam rumah berdinding gedek dan beratap rumbai daun kering itu.  Suara makin riuh orang bercakap-cakap. Tepat di depan rumah, suara langkah berhenti. Lantas terdengar brug… brug…brug… seperti menjatuhkan barang ke tanah.  Dari percakapan yang terdengar menerobos dinding rumah suara itu terdengar nada keluh kelelahan.
            Kehadiran suara yang tidak biasa itu membuat Arsiman dan keluarganya terbangun ketakutan. Meski sudah membuka mata, Arsiman tidak berani langsung beranjak. Biasanya kala dini hari tiba, yang terdengar suara penjual kayu dan daun jati, berjalan beriringan menuju Pasar Tanjung lewat di belakang rumah. Namun, malam itu jelas bukan suara mereka.

Dua kakak beradik Misjeni (kiri) dan Srinen (kanan), dua saksi hidup warga Karang Kedawung,Jember di rumah orang tua mereka mendiang Lektol. Sroedji dan Letkol. dr Soebandi menginap, sebelum kedua pahlawan itu tewas diberondong oleh peluru Belanda.

Rabu, 03 Juli 2019

Aklamasi, Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat

JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat sukses mendapatkan ketua barunya untuk periode 2019-2023 melalui tahapan terpilih secara aklamasi. Marciano Norman yang merupakan calon tunggal pada proses pemilihan yang berlangsung di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/7/2019), setelah calon lain dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi. 

Mudai Madang tidak lolos berdasarkan hasil verifikasi tim penjaringan dan penyaringan dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas). Proses penetapan Marciano sebagai ketua umum KONI dilakukan saat Muddai melakukan aksi walk out. 

Selasa, 02 Juli 2019

"Wartawan Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah Belah"

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan wartawan harus ikut andil dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta kondusifitas bangsa. Sebagai jurnalis yang berpihak kepada kepentingan publik, wartawan juga harus mampu mencerdaskan masyarakat melalui berita informasi yang disajikan.

"Jangan hanya terjebak adigium bahwa bad news is good news, sehingga lebih sering mementingkan bombastis ketimbang nilai sebuah berita. Apalagi sampai menyebarkan berita bohong atau hoax. Wartawan harus menjadi pemersatu, bukan pemecah belah," ujar Bamsoet saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya) periode 2019-2024, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (02/07/2019).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono dan Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari.

Senin, 01 Juli 2019

Go International, Tim SAR FH Unair Siapkan Dokumen untuk Akreditasi FIBAA Jerman

Tim Kerja SAR FH Unair melakukan rapat dan diskusi selama tiga hari untuk mempersiapkan dokumen syarat pengajuan akreditasi pendidikan tinggi tingkat internasional dari FIBAA. Rapat dilaksanakan di hotel Surya, Tretes, Pasuruan, Jumat-Minggu (28-30 Juni/ 2019).



SURABAYA-– Setelah rapat dan diskusi selama tiga hari, tim kerja Fakultas Hukum (FH) Unair merampungkan lima dokumen self-assesment report (SAR) sebagai syarat untuk mengajukan akreditasi kepada lembaga akreditasi pendidikan internasional FIBAA (The Foundation for Business Administration Accreditation) yang berpusat di Jerman.

“Secara umum sudah selesai, tinggal kami sinkronkan dengan pihak universitas saja. Jika lima dokumen ini selesai, segera kami kirim ke FIBAA. Selanjutnya tim dari FIBAA akan melakukan akreditasi langsung ke Unair,” kata Taufik Rachman, SH, LLM, Ph.D sebagai koodinator tim FIBAA FH Unair, Senin (1/7).

Taufik bersama sekitar 15 dosen FH Unair secara marathon selama tiga hari mengerjakan dokumen tersebut di Hotel Surya, Tretes, Pandaan, Pasuruan. “Fakultas hukum adalah yang pertama direncanakan untuk melakukan akreditasi ini, kemudian ada dua lagi yang juga ingin bergabung yaitu fakultas linguistik dan psikologi. Tim ini bertugas untuk mendukung fakultas hukum untuk go international,” kata Taufik yang meraih gelar LLM dan Ph.D dari Australia itu memberi penjelasan di hotel Surya, Tretes.


Tim Kerja SAR FH Unair melakukan rapat tiga hari hotel Tretes, Pandaan, Pasuruan, mengejakan dokumen self-assesment pengajuan akreditasi internasional ke FIBAA.

Tim ini juga bertujuan untuk mendukung capaian universitas, dimana tiap-tiap fakultas di lingkungan Unair wajib mempunyai akreditas internasional, “Meskipun kita sudah punya. Untuk akreditasi BAN-PT (Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi) kami di FH Unair selalu mendapat nilai A. Tidak pernah mendapat nilai di bawah A,” kata Taufik.

Bukan hanya itu, FH Unair sebelumnya juga pernah diakreditasi oleh AUN (ASEAN University Network) adalah asosiasi universitas Asia. Didirikan pada November 1995 oleh negara-negara anggota ASEAN termasuk 13 universitas.

“AUN ini tataran regional. Kemudian universias menginginkan lebih jauh lagi, karena sudah berhasil mencapai sertipikasi regional, maka diharapkan jangkauan lebih luas. Bukan hanya sertipikasi, sekarang minta akreditasi,’ tuturnya.

Oleh karenanya, tim ini menyiapkan dokumen self assesment report (SAR), “Assesment report itu bagaimana kita dinilai secara objektif terkait dengan struktur organisasi, apakah sudah sesuai dengan stadar internasional?

Kemudian juga dinilai sisi penerimaan mahasiswanya, kurikulum, fasiltas dan proses pengajaran serta quality assurance. Apakah semua ini sudah sesuai dengan standar internasional. Lima dokumen ini dimasukkan dalam SAR-FIBAA, beserta penjelasan-penjelasannya” tambahnya.

Taufik Rachman, SH, LLM, Ph.D Koordinator Tim SAR FH Unair 


Setelah selesai dan dokumen itu dikirim, maka memasuki tahapan visitasi, “Dimana ada lima tim ahli dari FIBAA yang akan melakukan visit ke Unair melakukan penilaian. Tugasnya untuk mencocokkan antara isi dokumen itu dengan fakta di fakultas dan universitas,” kata dia.

“Direncanakan antara tanggal 16-30 September. Benar tidak antara dokumen administrasi yang dikirim dengan yang ada di fakultas maupun universitas,” kata Taufik menjelaskan. Selain itu disiapkan pula dokumen pendukung sebanyak 20 macam, mulai dari buku pedomonan, kurikulum vitae semua dosen.

“Proses persiapan ini memakan waktu sekitar enam bulan. Dokumen itu ada, tetapi butuh waktu untuk mengumpulkan. Kami sudah siap, rencana awal bulan Mei. Tetapi karena ada rencana pengajuan bersama fakultas lain, yaitu linguistik dan psikologi, maka menjadi molor,” tambah Taufik.


Dilihat dari persiapannya, apakah FH bakal lolos dari akreditasi ini? “Dari sisi kesiapan dan kondisi eksisting di FH Unair paling siap. Inshaa Allah optimistis kita bisa mencapai itu,” kata dia optimisitis.



(Duduk Kiri ke Kanan) Taufik Rachman Koordinator Tim Kerja SAR, Nurul Barizah, SH, LLM, Ph.D Dekan Fakultas Hukum, Dr. Eni Narwati SH, MH Pudek I, dan  Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum bersama tim kerja SAR FH Unair.

Apa bentuk akreditasi itu? “Jawabannya ada tiga, pertama ada kemungkinan middle requirement atau sesuai dengan standar yang sudah ditentukan FIBAA. Kedua, ini paling bagus exit requirement. Yang ketiga, ini kami tidak layak untuk diakreditasi,” kata dia menjelaskan.


Taufik yakin bahwa FH bakal lolos minimal bakal penilaian middle requirement (sesuai dengan persyaratan), “Kalau memang mau diteliti lebih dalam, maka yang memang tidak bisa dubah itu adalah jumlah mahasiswa internasional (mahasiswa luar negeri) yang berkuliah di FH Unair. Dari sisi kurukulum, fasilitas dan pengajaran semua sudah OK. Untuk program S2 dan S3 sudah ada, tetapi justru yang diperlukan adalah mahasiswa luar negeri yang berkuliah S1 di FH,” tegasnya.

Oleh karenanya, Taufik menambahkan bahwa dengan adanya akeditasi dari FIBAA ini, maka diharapkan akan semakin menarik minal mahasiswa luar negeri masuk dan berkuliah di FH Unair. (ps)



TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya