Sabtu, 18 Mei 2019

"FKPPI Harus Perkuat Kehidupan Berbangsa dan Bernegara"

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kehadiran organisasi masyarakat (Ormas) jangan sampai menjadi duri dalam daging demokrasi. Ormas harus bisa memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan justru memperlemah ikatan persaudaraan sebangsa.

“Sebagai organisasi yang dibentuk untuk wadah komunikasi putra-putri purnawirawan TNI dan Polri, FKPPI harus menjadi pioner bahwa kehadiran Ormas bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Bukan justru membuat kemelut di tengah masyarakat,” ujar Bamsoet saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Generasi Muda FKPPI, Wanita FKPPI dan HIPWI FKPPI, di Jakarta, Sabtu (18/05/2019).

Hadir dalam acara ini antara lain Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo serta Deputi Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara Marsekal Muda Asep Chaerudin.

Rabu, 15 Mei 2019

DPR RI Targetkan 5 RUU Selesai Masa Sidang Ini

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan sisa waktu masa jabatan anggota DPR RI yang tinggal beberapa bulan lagi, tidak membuat semangat dan kinerja DPR mengendor. Seluruh fraksi di DPR RI telah bersepakat untuk fokus menuntaskan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang menjadi prioritas.

“DPR RI terus berkoordinasi dengan pemerintah agar dalam sisa masa waktu jabatan yang akan berakhir pada bulan September 2019, dapat secara maksimal menyelesaikan RUU yang masuk prioritas. Pimpinan dewan juga terus melakukan rapat konsultasi dalam rangka akselerasi penyelesaian RUU dengan Pimpinan AKD dan Pansus yang menangani RUU,” ujar Bamsoet usai bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, Yosona Laoly, di ruang kerja Ketua DPR RI, yang kemudian dilanjutkan rapat konsultasi pimpinan dengan para ketua pansus dan panja RUU dan ketua-ketua Komisi di ruang rapat pimpinan DPR di Jakarta, Rabu (15/05/2019).

Jumat, 19 April 2019

INILAH IMBAUAN PPWI NASIONAL PASCA PEMILU 2019


KAWAN kawan PPWI dan seluruh pewarta warga dimanapun berada, masa kampanye sudah lewat, juga proses pencoblosan pemilu sudah selesai. Sekarang, mari kita percayakan semua tahapan berikutnya kepada KPU yàa. Tunggu hasil hingga pengumuman resmi tanggal 22 Mei 2019 mendatang.
Pimpinan negara-negara sahabat seluruh dunia sudah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Indonesia atas keberhasilan menyelenggarakan pemilu terbesar dan terkompleks di dunia. Jadi, kita perlu bangga atas semua keberhasilan yang merupakan hasil kerja keras semua elemen bangsa ini, tanpa kecuali.

Sabtu, 30 Maret 2019

DIABETES DAN HIPERTENSI PICU KERUSAKAN GINJAL

HARI Ginjal Sedunia (World Kidney Day) diperingati di seluruh dunia setiap hari Kamis minggu ke-2 bulan Maret. Pada tahun ini mengusung tema ‘Kidney Health for Everyone Everywhere’ atau ‘ginjal sehat untuk setiap orang dimana saja’. Seruan untuk meningkatkan kesehatan ginjal bagi siapa saja dan dimana saja ini juga dilakukan di Indonesia yang kali ini menitiberatkan pada pencegahan penyakit ini serta meningkatkan akses layanan kesehatannya.

Data Indonesia Renal Registry (IRR) ke-10, 2017, menyebutkan bahwa jumlah pasien hemodialisis (cuci darah) terus meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2011 tercatat 17.259 pasien aktif hemodialisis dan mencapai angka 77.892 pada akhir tahun 2017, dengan jumlah pasien baru 30.843 orang

Menurut dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, MM, penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung dalam hal jumlah pembiayaan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Debat Keempat Capres : Mengapa Kelompok Anti Pancasila Bisa Terakomodir?

SIARAN PERS IPW : Neta S Pane-Ketua Presidium Ind Police Watch

Jokowi dan Prabowo, kembali bertemu dalam debat capres keempat Sabtu (30/3/2019)
DEBAT ke-4 Capres 2019 Sabtu (30/3/2019) malam ini menjadi penting di tengah berkembang biaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris dan para preman jalanan. Sebab debat mengusung tema "Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional". Indonesia Police Watch (IPW) menilai, kedua capres harus menjelaskan, kenapa kelompok radikal yang anti ideologi Pancasila bisa terakomodir, bahkan mendapat angin dalam eforia Pilpres 2019? Sehingga kelompok radikal itu bebas mengibarkan semangat anti Bhinneka Tunggal Ika. 

Dalam debat keempat ini, kedua capres harus menyadari bahwa dalam eforia pilpres 2019 sudah berkembang biak dan berkamuflase kelompok radikal anti Pancasila, eks teroris dan preman jalanan, seolah-olah mereka adalah kekuatan capres tertentu. 

Jumat, 29 Maret 2019

Hoax dan Ujaran Kebencian Teror Demokrasi Indonesia


Bamsoet menerima cendera mata dari Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyerukan setiap pihak agar mengantisipasi dan memberantas berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech). Dikhawatirkan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu, akan membuat penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di berbagai platform media sosial akan semakin massif dan agresif.

"Berita bohong dan ujaran kebencian adalah teror bagi demokrasi. Tidak hanya di Indonesia, berbagai negara juga sedang menghadapi hal serupa. Agar bisa keluar dari serangan berita bohong dan ujaran kebencian, bangsa Indonesia harus meningkatkan literasi digital. Jangan mudah mempercayai sebuah informasi yang diterima, apalagi yang dibumbui dengan kata-kata bombastis yang disajikan tanpa fakta dan data," ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker 'Melawan Hoax untuk Menciptakan Suasana Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Media Sosial', di Jakarta, Kamis (28/03/2019).

Selasa, 26 Maret 2019

TPP Desa Harus Mampu Percepat Pembangunan Desa


JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi dua orang Tenaga Pendamping Profesional Desa (TPP Desa) terbaik dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Maria Odilia Besin dan Charles Mau. Kehadiran mereka beserta ratusan ribu TPP Desa di berbagai daerah lainnya telah membantu mempercepat program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Bersama ratusan ribu TPP Desa lainnya yang tersebar di berbagai daerah, Maria Odilia Besin dan Charles Mau, telah meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan nasional. Khususnya dalam mengawal dana desa yang mencapai satu miliar rupiah, agar bisa dimanfaatkan sebesarnya untuk kemakmuran masyarakat desa setempat," ujar Bamsoet saat menerima Maria Odilia Besin dan Charles Mau, didampingi Ketua Komisi V DPR RI Farry Djemi Francis, di ruang kerja Ketua DPR RI, di Jakarta, Senin (25/03/2019).

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya