Kamis, 05 Mei 2016

30 Menit bersama SYL


Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia

oleh : Andi Ar Evrai /kabarkaltim.co.id
 
 
Penulis dan Syahrul Yasin Limpo
MUNGKIN sudah puluhan kali saya datang ke kota Makassar, tetapi kedatangan kali ini ke kota Anging Mamiri adalah sesuatu yang spesial. Sebab kedatangan saya hanya untuk menemui Syahrul Yasin Limpo (SYL) Gubernur Sulawesi Selatan, yang selama ini hanya gambarnya saja yang bisa saya lihat di sudut-sudut kota Makassar.
 
 
“Bapak, siap menerima Mas Andi besok jam 08.00 pagi di rumah jabatan,” kata orang kepercayaan SYL  saat menemui saya di sebuah hotel dekat rumah jabatan Gubernur Sulsel.
 
Maka, begitu besok paginya, saya pun mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk bertemu dengan SYL, maklum agenda kali ini hanya sebuah urusan pribadi berkenaan dengan persiapan Munas Partai Golkar, dimana SYL adalah seorang calon ketua umum yang paling diperhitungkan.
 
Setelah sarapan pagi saya pun didampingi oleh orang kepercayaan SYL menuju rumah jabatan Gubernur, rumah jabatan yang berdiri di atas tanah 2 hektare ini warisan bangunan zaman Belanda, seluruh bentuk bangunan masih asli dengan gaya Eropa kuno, bahkan dindingnya pun sangat kokoh sebagaimana bangunan-bangunan sejarah yang ada di Indonesia.
 
“Bangunan ini sengaja dipertahankan bentuk aslinya karena masuk dalam cagar budaya,” kata orang kepercayaan SYL.
 
Baru menunggu beberapa saat di ruang tamu, SYL pun mempersilakan saya untuk masuk…..yang ternyata saya pun diterima di ruang makan keluarga, saat itu terlihat SYL sedang didampingi oleh ajudannya menyelesaikan berbagai dokumen yang harus ditandatangani.
 
Hmmm….dalam hati saya, ternyata inilah dia legenda hidup Pemimpin Sulawesi Selatan yang daerah pemerintahannya melebihi daerah kekuasaan Sultan Hasanuddin. Penampilannya sederhana, gagah, tinggi semampai dan masih terlihat muda.
 
“Assalamualaikum, apa kabar Andi ?” sapanya, sambil menyalami saya.
 
“Alhamdulillah, baik Pak Gubernur,” jawab saya dengan sedikit gugup karena tidak menyangka disapa dengan penuh keakraban.
 
“Kapan sampai di Makassar dan menginap dimana?,” tanyanya lagi.
 
“ Sampai sore kemarin Pak Gubernur, dan saya nginap di hotel sebelah,” jawab saya yang masih belum bisa menghilangkan kegugupan karena menghadapi Pemimpin Sulsel ini.
 
“Waduh, kok nggak tidur aja  (maksudnya di lantai 2 rumah jabatan Gubernur), kan  ada kamar kosong satu,” kata SYL sambil tersenyum  (dari bahasa ini terlihat bahwa SYL begitu penuh kekeluargaan dalam berkomunikasi).
 
Setelah berbagai basa-basi sebagaimana layaknya seorang yang lama tidak bertemu, saya pun menyampaikan berbagai perkembangan dan harapan masyarakat kepada SYL.
 
“Pak, sebagai masyarakat umum, saya dan teman-teman dari Kalimantan sangat mendukung bapak untuk maju menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar,” kata saya.
 
Selain itu saya pun juga menyampaikan harapan dan doa dari salah seorang tokoh Kalimantan untuk kesuksesan SYL dalam Munas Partai Golkar nanti.
 
SYL ini merupakan pemimpin yang sudah berpengalaman malang melintang di Partai Golkar maupun di pemerintahan, dirinya memulai karier dari bawah, dari seorang pegawai biasa lalu menjadi Lurah, Camat kemudian menjadi Bupati Gowa dan selanjutnya menjadi Gubernur Sulsel untuk periode kedua. Di Partai Golkar pun dirinya juga berkarier dari tingkat bawah dari Kelurahan, Kecamatan kemudian naik ke Kabupaten dan selanjutnya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, di sini bisa dilihat kegigihan dan kesuksesan dia sebagai seorang pemimpin yang merangkak dari bawah. Jenjang kepemimpinan yang dia lalui ini telah menjadikan SYL seorang pemimpin yang sukses dan dicintai oleh rakyat Sulsel.
 
Dimasa kepemimpinan SYL ini, Sulsel mengalami surplus beras karena petani yang tadinya bercocok tanam hanya mengandalkan air hujan sehingga hanya bisa panen setahun sekali, tetapi oleh SYL di berbagai daerah dia bangunkan bendungan dan pengairan sehingga para petani pun bisa panen 3 kali dalam setahun.
 
Saya pernah datang ke kabupaten Luwu di ujung Sulsel, dan bertemu dengan petani disana, mereka pun menceritakan bahwa sebelum dibangunnya bendungan dan pengairan di daerah mereka, hasil panen hanya terjadi sekali saja setiap tahun, tetapi sejak dibangunkannya bendungan dan pengairan oleh Pemerintah Provinsi, mereka pun bisa mengalami 3 kali panen sehingga ekonomi mereka pun bisa meningkat.
 
Gairah ekonomi masyarakat Sulsel dibawah kepemimpinan SYL ini memang meningkat tajam, karena SYL melaksanakan program pembangunan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Melihat hasil panen yang begitu menumpuk, SYL pun sebagai pemimpin tidak hilang akal, dia pun melakukan kerjasama dengan Gubernur DKI untuk mengirim beras dan hasil pertanian Sulsel ke Jakarta, sehingga berapa pun hasil panen rakyat Sulsel pasti terjual habis karena dijual ke daerah lain khususnya Jakarta.
 
Melihat sedikit hasil karya kepemimpinan SYL ini dan kualitas leadership yang dia miliki, saya yakin dirinya sangat cocok untuk memimpin Partai Golkar ke depan, bahkan tidak mustahil SYL bisa membangun dan memajukan Partai Golkar dan bisa meraih kejayaannya lagi seperti dulu.
 
Setelah berbincang cukup lama, saya pun mohon pamit kepada SYL yang saat itu dirinya juga sudah ditunggu oleh tamu lain.
 
“Memang Andi sering datang ke Makassar,” tanyanya saat saya berpamitan.
 
“Sering Pak Gubernur, kebetulan dulu istri saya sempat mengambil program dokter spesialis di Universitas Hasanuddin, dan saya terpaksa bolak-balik ke Makassar,” jawab saya.
 
“Hahaa….berarti kita sama dong, istri saya juga seorang dokter yaitu dokter gigi,” kata SYL sambil mengantarkan saya ke depan ruang makan.
 
“Terima kasih Pak Gubernur atas waktunya, semoga Allah SWT mengabulkan cita-cita bapak untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar,” kata saya sambil menyalami tangannya dan berlalu dari hadapannya untuk meninggalkan rumah jabatan Gubernur Sulsel. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya