Minggu, 01 September 2019

Pengelolaan Sampah Tanpa Biaya di Banyuwangi


Kerja Sama Madusindo - LAI - Kelurahan Kepatihan 
Kerja sama pengelolaan sampah Madudsindo-LAI di Kelurahan Kepatihan-Banyuwangi
BANYUWANGI, KABARJATIM.CO.ID-Komunitas MaDuSindo (Masyarakat Peduli Sampah Indonesia) yang dibentuk oleh Lamseng Saragih, pegiat dan pemerhati lingkungan, penggagas GeMa DarPila'S MdDS (Gerakan Masyarakat Sadar Pilah Sampah Mulai dari Dapur Sendiri) bekerja dengan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) DPC Banyuwangi dan Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, menjalin kerja sama dalam penanggulangan masalah sampah. 
"Kita prihatin dengan permasalahan sampah yang tengah dialami oleh Pemkab Banyuwangi. Dan kerja sama ini adalah wujud kepedulian kami, LAI dan kami awali di Kelurahan Kepatihan ini," demikian keterangan Hakim Said kepada awak media. 
Kerja sama Madusindo - LAI dengan Kelurahan Kepatihan, pada Sabtu 31 Agustus 2019, bertempat di Balai Kelurahan Kepatihan mencanangkan program DarPila'S MudaDaRi (Sadar Pilah Sampah Mulai dari Dapur Sendiri) mewujudkan GeMa PatiBaS (Gerakan Masyarakat Kepatihan Bebas Sampah). 
Pemilahan sampah dimulai dari dapur menjadi dua bagian, yaitu sampah organik dan anorganik. "Dengan konsep ini, penanggulangan masalah sampah bisa lebih maksimal dan tanpa biaya. Bahkan warga memperoleh tambahan penghasilan dari sampah anorganik yang ditampung oleh Bank Sampah dengan program Tabungan Sampah. Lingkungan bebas sampah, warga dapat penghasilan tambahan, sehingga sampah yang tadinya jadi masalah, kita ubah jadi berkah. Jargon "Mengubah Sampah Jadi Berkah" betul-betul menjadi kenyataan, bukan sekadar slogan-sloganan," beber Lamseng yang juga merupakan anggota LAI divisi Sosial dan Lingkungan. 
Sementara itu, Mufidz SH selaku Lurah Kepatihan, menyambut baik kerja sama dengan LAI. "Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan bantuan LAI untuk menanggulangi masalah sampah di Kelurahan ini. Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan Pantai Boom, yang juga merupakan salah-satu destinasi wisata Banyuwangi, tentu akan menjadi faktor negatif bagi kunjungan wisatawan. Semoga program ini lancar dan sukses untuk mewujudkan GeMa PatiBaS (Gerakan Kepatihan Bebas Sampah," harap Mufidz.(*/ss)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya