Rabu, 08 September 2021

BCW Dukung Polisi Usut Dugaan Pemotongan Dana UMKM di Banyuwangi

Masruri
BANYUWANGI, KABARJATIM.CO.ID -
Adanya dugaan pemotongan dana UMKM yang ada di Kabupaten Banyuwangi-Jawa Timur,  DPC Projo Banyuwangi Rudi Latif menyampaikan pernyataannya, yang mendapat apresiasi dan dukungan banyak pihak. Salah satunya dari Banyuwangi Corruption Watch  (BCW) melalui kordinatornya Masruri.

Kepada awak media Masruri mengatakan, di Banyuwangi ada dugaan pemotongan atau penyunatan dana UMKM berkisar kurang lebih Rp 300 - 500 ribu per orang. Temuan dari Ketua DPC Projo yaitu di Kecamatan purwoharjo, Glenmore, Kalibaru, Banyuwangi Kota, Genteng dan Kalipuro. 

"Perlu diusut sampai tuntas karena semua itu merugikan keuangan negara. Maka dari temuan DPC Projo Banyuwangi ini harus ditindaklanjuti karena jelas merugikan keuangan negara yang tidak bisa diremehkan," tegas Masruri.

"Kalau dikalikan jumlah penerima dengan sasaran UMKM Banyuwangi yang jumlahnya cukup banyak, berapa kebocoran dananya? Sehingga saya sebagai koordinator BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) yang bergerak di bidang pemantauan korupsi di Banyuwangi sangat mendukung pengungkapan skandal pemotongan dana UMKM ini yang dibongkar oleh Projo. Sebab  Kita tidak ingin niatan pemerintah untuk menguatkan ekonomi rakyat terkendala oleh oknum-oknum yang hanya bermotif memperkaya diri sendiri dan ujung-ujungnya negara dan rakyat yang dirugikan," imbuh Masruri.

Dari keterangan Projo Banyuwangi,  pada tahun 2020 ada 70.177 usaha mikro nominal Rp 2,4 juta per orang. Dan 2021 yang mendapat kucuran ada 54.213 usaha mikro BLT UMKM. Jika terjadi pemotongan bisa dikalkulasi besarnya bisa milaran Rupiah yang termasuk kebocoran. 

"Saya mengharap Projo agar melaporkan temuannya teraebut kepada pihak kepolisian agar diusut secara tuntas," pungkas Masruri. (*/arif indra)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya