Selasa, 22 Oktober 2019

Sutoyo Mantan Wartawan Peroleh Penghargaan sebagai Pioner Pendidikan Kriya

Sutoyo (paling kiri) bersama para tokoh lainnya memperoleh tanda penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara pembukaan pameran perhiasan internasional di Shangri-La, Surabaya.



SURABAYA— Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan tanda penghargaan kepada mantan wartawan Suara Indonesia, Sutoyo Bsc, sebagai Pioner Pendidikan Kriya Perhiasan. Penyerahan dilaksanakan pada acara pembukaan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) ke-24, 17-20 Oktober 2019.

Dua hari menjelang acara itu, telepon selulernya berdering: “Pak mohon diisi formulir yang saya kirim, terus dokumen yang disebutkan serta surat-surat lainnya,” kata petugas dari Dinas Perindustrian Jawa Timur yang menghubungi dirinya.


“Ya saya isi plus melengkapi dokumen! Ndak tahu untuk apa?” begitu katanya. Keesoknya harinya, telepon kembali berdering bahwa dirinya bakal mendapat penghargaan dari gubernur terkait dengan pembukaan pemeran perhiasan berskala internasional itu.

“Jadi begini Pak. Penghargaan akan diberika saat pembukaan pameran, atau saat peringatan hari Industri Nasional,” katanya mengutip pembicaraan di telepon itu. Ternyata tanda penghargaan itu diserahkan menjelang pembukaan pameran perhiasan.
Tanda penghargaan sebagai pioner pendidikan seni kriya.


Sutoyo menjelaskan mengawali karier sebagai jurnalis di harian Surara Indonesia sejak 1981, terus pindah tugas di Surabaya. Hingga 1995 bergabung ke perusahaan pehiasan emas Itamaraya, SIER.
“Saya mulai merintis dan membuka jurusan kriya perhiasan di SMK sejak 1996. Sekarang ini sudah sekitar 40 sekolah yang mempunyai jurusan kriya. Di jatim semula hanya 12 SMK termasuk SMK di Trowulan, Mojokerto, yang membuka jurusan kriya,” kata Sutoyo yang kini tinggal di Graha sedati Emas, Swan Rengency, Sedati Sidoarhjo.

Bahkan saat ini, kata Sutoyo,  sudah melahirkan siswa-siswi lulusan SMK yang berhasil menjuarai lomba desain pershiasan tingkat nasional, asia sampai juara dunia sejak th 1996 saat kejuaraan kompetisi tingkat dunia di Vecenca Itali.
Sutoyo bersama istri


Acara penyerahan jumat saat pembukaan pameran perhiasan Surabaya Internasional jewelry fair di hotel Shangri-La. Senin selasa pameran dalam rangka pertemuan asosiasi se indonesia di surabaya. Sutoyo pun kemudian memperdalam ilmu perhiasan dan metal di Italia, juga menimba ilmu tentang metalurgi dari para ahli metalurgi dari Jerman. Kini menjadi pelatih bidang perhiasan dan metal.

Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) ke-24 tahun 2019, kembali digelar di Surabaya. Pameran emas dan perhiasan terbesar ini digelar sekaligus untuk memperingati HUT ke-74 Provinsi Jatim, yang dibuka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa perkembangan industri perhiasan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kontribusi Jatim. Di mana industri perhiasan Jatim pada Semester I tahun 2019 berkontribusi sekitar 49,65 persen terhadap produksi perhiasan nasional.

Hal ini didukung 32 unit industri perhiasan skala besar dan menengah dan 513 unit industri perhiasan skala kecil yang didominasi industri barang perhiasan dan logam mulia. Berdasarkan data BPS, ekspor produk perhiasan atau permata Jatim pada periode Januari-September 2019, telah mencapai USD 2,59 miliar atau meningkat 19,88 persen dibanding periode tahun 2018.

Sedangkan produk perhiasan dari logam mulia lainnya, barang perhiasan disepuh atau dipalut dengan logam mulia atau tidak pada periode Januari sampai dengan September mencapai USD 1,43 miliar atau meningkat 71,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar USD 1,02 miliar.(ps)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKINI

Space Available

Jadwal Penerbangan Bandara Juanda Surabaya